Cahaya Ilahi - Kepala Staf Angkatan Udara AS Jenderal Mark Welsh memperingatkan Departemen Pertahanan serta pemerintah Amerika Serikat untuk menghitung kembali persedian dan produksi amunisi persenjataan mereka, setelah 15 bulan lebih belum dapat mengalahkan mengalahkan milisi Negara Islam di Irak dan Suriah.
“Dalam satu tahun lebih Militer AS telah menggunakan amunisi lebih cepat dari kemungkinan tingkat produksi amunisi cadangan untuk disimpan dalam gudang persenjataan,” ungkap Jenderal Mark Welsh seperti dikutip kantor berita Fox AS.
Jenderal Mark Welsh melanjutkan, “Tidak hanya memikirkan bagaimana cara mengalahkan organisasi Negara Islam di Irak dan Suriah, pemerintah AS harus juga menghitung ulang pendanaan logistik militer untuk menjamin kelanjutan jangka panjang dari perang melawan mereka.”
“Kami memang saat ini masih memiliki cukup amunisi yag tersedia maupun cadangan dalam gudang-gudang persenjataan, akan tetapi kami harus merencanakan pendaan jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan masa depan,” ujar Jenderal Mark Welsh.
Menurut catatan data yang didapat Fox, dalam 15 bulan terakhir militer AS sedikitnya telah membombardir Irak dan Suriah dengan 20 ribu roket dan rudal berbagai tipe. (Almasryalyoum/Ram)

Post a Comment Blogger

 
Top